Followers

Senin, 18 Oktober 2010

Untukmu Cendrawasih

Pernah ada cerita yang terhampar
dari bumi Rafflesia hingga ke bumi Cendrawasih...
cerita yang bahkan tidak tahu kapan bermula..
dan entah dimana titik berakhirnya...

diantara ribuan pulau
diantara luasnya samudera yang membentang...
pernah ada rindu yang menjelma
tidak pernah tahu kemana muaranya...
tidak pernah tahu kemana rimbanya..
tidak pernah tahu kemana labuhnya...

aku bertanya kepada angin yang menyapa Cendrawasih...
akankah ia terbang sampai ke tempat ku berdiri?
baik dalam mimpi ataupun hanya terlintas dalam angan...

buat apa rindu jika terlarang...
buat apa harapan jika semua hanya angan-angan...
buat apa cerita jika semua hanya kenangan..,

wahai Cendrawasihku ...
akankah kau kembali pulang...?
kembali menyapa di bumi Rafflesiamu...
menatap kembali lembayung senja Tapak Paderi-mu...

wahai Cendrawasihku...
ketahuilah bahwa aku mulai lelah...
aku berharap dapat melebur
bersama deburan ombak pantai panjang
sehingga bisa membawaku hanyut hingga ke pantai raja ampat..

apakah senja di pantai papuamu seindah di pantai panjangku...?

wahai cendrawasihku...
terbanglah, jemput aku...
jangan biarkan aku terombang-ambing di tengah lautan
yang luas dan tak bertepi...

aku berharap angin membawa kepakan sayapmu pulang padaku...
namun ku ragu bila kala itu tiba...
masihkah kan kau temui aku disini...?
janganlah terlambat untuk pulang

aku takut bila kala itu benar-benar datang...
aku telah menjawab panggilan dari ibu pertiwi...
dan tak kan pernah bisa kembali lagi
untuk bertemu denganmu duhai cendrawasihku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar