Followers

Kamis, 25 November 2010

Menangis dalam Tawa

 Oleh: Syerli

Alangkah lucunya negeriku. Sanggupkah kita tertawa sebagai manusia yang dilahirkan di nusantara ini? Jawabannya mungkin saja. Setelah itu kita akan menangis dan menyesalinya. Dunia sudah terlebih dahulu tertawa dan bertepuk tangan di belakang kita. Sebuah potret peradaban yang anormally. Kenapa begitu?.
Fakta : INDONESIA ADALAH NEGARA TERKAYA DI DUNIA.

Pertanyaan : Ada apa denganmu??....
Saya akan berbagi kepada anda semua yang masih punya rasa nasionalisme terhadap negeri ini dan mau bertindak untuk negeri ini. Bukan hanya sekedar menjadi komentator atau penonton. Informasi ini saya dapatkan setelah saya mengikuti seminar sehari yang dilaksanakan di Padang Panjang yang berjudul "Dampak Pornografi terhadap Anak dan Remaja". Informasi ini adalah pengantar singkat dalam seminar tersebut untuk menggugah pemikiran kita. Mengapa negeri kita tidak bisa maju dan mengalami kemunduran tanpa kita sadari. Dan generasi muda kita adalah harapan kita dimasa depan untuk mengubah keadaan ini.
Marilah kita bangkit dari ketidaksadaran...
Saya membaginya menjadi beberapa bagian karena keterbatasan waktu saya menulis di blog ini. Tulisan ini adalah bagian dari fakta yang pertama. berikut uraiannya:


Kawasan tambang Freeport
  • Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas terbaik di dunia, namanya PT Freeport. Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? Ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah menghasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas.Silahkan bagi siapa yang mau bantu saya menghitung nilai tersebut, hitunglah sendiri, dan anda akan tercengang dengan nilainya.
  • Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini?Bukan negara ini, tapi AMERIKA! Prosentasinya adalah 5% untuk negara pemilik tanah dan 95% untuk Amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. 
  • Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis, ternyata di bawah lapisan emas dan tembaga, tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal daripada emas. Ya... dialah URANIUM! Bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir ditemukan disana. Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar, menurut para ahli kandungan Uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan Uranium disana saja.
Peta Blok Natuna
Fakta yang kedua untuk sama-sama kita renungkan...

  • Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! Tepatnya di Blok NATUNA.
  • Berapa kandungan gas di Blok Natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! Masih banyak Blok-blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. Dikelola oleh siapa? EXXON MOBIL! Dan dibantu oleh Pertamina. 
Salah satu kilang NATUNA






 Miris bukan? Sementara rakyat kita hampir atau bahkan sudah mati terinjak-injak oleh kemiskinan dan kebodohan, Negara justru membesarkan manusia seperti 'Gayus' yang justru merampok di negeri sendiri...

Salam Ukhuwah: Untukmu Cendrawasih

Salam Ukhuwah: Untukmu Cendrawasih: "Pernah ada cerita yang terhampar dari bumi Rafflesia hingga ke bumi Cendrawasih... cerita yang bahkan tidak tahu kapan bermula.. dan entah d..."

Senin, 18 Oktober 2010

LAUNCHING DAN BEDAH BUKU "PEREMPUAN BAWANG DAN LELAKI KAYU



Launcing buku yang sekaligus bedah buku yang berjudul "Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu" ini diselenggarakan di Gedung GL Universitas Negeri Padang pada tanggal 17 Oktober kemaren. Apresiasinya cukup memuaskan lho, ada sektiar 150 peserta yang menghadiri acara ini. acara ini terselenggara berkat kolaborasi antara FLP Sumbar dan FBSS nya UNP.
Buku ini berjumlah 177 halaman dan diterbitkan oleh Forum Lingkar Pena Publishing House.
Pertama kali mendengar judulnya, buku yang ternyata adalah kumpulan cerpen dari si Penulis yaitu Ragdi F Daye atau yang biasa disapa Bang Ade ini jauh dari bayanganku.
tadinya ku pikir bahwa ini adalah sebuah Novel yang mencitrakan sosok seorang perempuan yang identik dengan bawang. Bawang yang biasa yang bisa membuat orang hangat, menitikkan airmata dan menyengat. Juga identik dengan keseharian seorang perempuan yang berkutat dengan asap dapur, masak-memasak dan ibu rumah tangga. Sisi perempuan itulah yang akan disentuh oleh Bang Ade, namun ternyata bukan. Serta lelaki kayu yang kutangkap sebagai pencitraan sosok lelaki yang kuat dan kokoh seperti kayu. Bisa menjadi tiang penegak bagi keluarganya dan selalu dapat diandalkan. Semua lelaki selalu bisa menjadi teknisi atau tukang. Sisi lelaki itulah yang ingin disentuh oleh bang Ade, namun ternata juga bukan. ada lima belas cerpen dalam buku ini dengan judul antara lain yang dua diatas, ada 'Jarak', 'di Solok aku ingin mati perlahan', 'Rumah lumut', 'lekuk teluk', 'jibril sedang asyik berzapin' dsb.
baca deh bukunya, karena Antologi ini mengangkat tema budaya Minang kabau, tanah kelahiran bang Ade sendiri. Selamat ya Bang... doain aku nyusul bikin buku juga...

Untukmu Cendrawasih

Pernah ada cerita yang terhampar
dari bumi Rafflesia hingga ke bumi Cendrawasih...
cerita yang bahkan tidak tahu kapan bermula..
dan entah dimana titik berakhirnya...

diantara ribuan pulau
diantara luasnya samudera yang membentang...
pernah ada rindu yang menjelma
tidak pernah tahu kemana muaranya...
tidak pernah tahu kemana rimbanya..
tidak pernah tahu kemana labuhnya...

aku bertanya kepada angin yang menyapa Cendrawasih...
akankah ia terbang sampai ke tempat ku berdiri?
baik dalam mimpi ataupun hanya terlintas dalam angan...

buat apa rindu jika terlarang...
buat apa harapan jika semua hanya angan-angan...
buat apa cerita jika semua hanya kenangan..,

wahai Cendrawasihku ...
akankah kau kembali pulang...?
kembali menyapa di bumi Rafflesiamu...
menatap kembali lembayung senja Tapak Paderi-mu...

wahai Cendrawasihku...
ketahuilah bahwa aku mulai lelah...
aku berharap dapat melebur
bersama deburan ombak pantai panjang
sehingga bisa membawaku hanyut hingga ke pantai raja ampat..

apakah senja di pantai papuamu seindah di pantai panjangku...?

wahai cendrawasihku...
terbanglah, jemput aku...
jangan biarkan aku terombang-ambing di tengah lautan
yang luas dan tak bertepi...

aku berharap angin membawa kepakan sayapmu pulang padaku...
namun ku ragu bila kala itu tiba...
masihkah kan kau temui aku disini...?
janganlah terlambat untuk pulang

aku takut bila kala itu benar-benar datang...
aku telah menjawab panggilan dari ibu pertiwi...
dan tak kan pernah bisa kembali lagi
untuk bertemu denganmu duhai cendrawasihku...